Kisah Haru Bayi Terkecil di Dunia yang Berhasil Bertahan Hidup

  • Bagikan
Bayi Terkecil di Dunia
Kwek Yu Xuan, bayi terkecil di dunia bertahan hidup setelah setahun di rumah sakit. (Foto: Courtesy Kwek Family)

Bayi terkecil di dunia berhasil bertahan hidup setelah 13 bulan menjalani perawatan di rumah sakit. Kelahiran bayi perempuan bernama Kwek Yu Xuan ini membuat haru jagat maya di berbagai belahan dunia.

Bayi yang lahir prematur pada 9 Juni 2020 lalu di Singapura ini hanya berbobot 212 gram, nyaris sama seperti bobot sebuah apel. Sebagai perbandingan, rata-rata berat badan bayi yang lahir normal mencapai 2,9-3,6 kg.

Panjang bayi terkecil di dunia tersebut hanya 24 cm. Dia lahir saat berusia 25 minggu, sangat jauh dari rata-rata usia kelahiran bayi yaitu 40 minggu. Kwek Yu Xuan lahir dari pasangan suami dan istri Kwek Wee Liang dan Wong Mei Ling.

Dia lahir prematur empat bulan lebih awal. Sebab, sang ibu mengalami preeklamsia atau tekanan darah tinggi yang berbahaya dan dapat merusak organ vital serta berakibat fatal bagi ibu dan bayinya.

Peluang Hidup Bayi Kwek Yu Xuan

Saat lahir, dokter di National University Hospital (NUH) Singapura, tempat dia lahir menyebut bayi tersebut memiliki peluang bertahan hidup yang sangat terbatas.

Bahkan, studi dari University of Iowa juga menyebutkan kelangsungan hidup seorang anak yang lahir di bawah 0,4 kg adalah sangat jarang. Peluang bertahan hidupnya hanya sekitar 50 sampai 70 persen.

Namun, perawatan yang intensif berhasil membuat bayi terkecil di dunia itu bertahan hidup hingga saat ini. Kwek Yu Xuan diyakini sebagai bayi paling ringan yang pernah dilahirkan dan dipulangkan dengan baik.

Berat badan Kwek Yu Xuan merupakan yang paling rendah dan telah memecahkan rekor yang ada sebelumnya.

Rekor Bayi Terkecil di Dunia Sebelumnya

Data yang ada dari University of Iowa mencatat anak yang lahir di Jerman pada 2016 memiliki berat badan 0,23 kg. Sedangkan Guinness World Record mencatat bayi terkecil memiliki berat 0,24 kg yang lahir di Amerika Serikat (AS) pada 2018 lalu.

Mendapatkan Perawatan yang Sangat Baik

Selama 13 bulan, Yu Xuan bergantung hidup dengan perawatan dari mesin. Berdasarkan pengamatan tim dokter, Yu Xuan termasuk bayi yang aktif, responsif, dan ceria.

“Itu adalah perjalanan yang sulit bagi Yu Xuan dan kami sangat menghargai upaya bersama dan dukungan yang baik dari rekan-rekan kami, para donor serta komunitas yang lebih besar yang telah berkontribusi pada kelangsungan dan pertumbuhannya,” kata kepala dan konsultan senior di Departemen Neonatologi National University Hospital, Zubair Amin, dikutip dari CNN.

Tim dokter mengaku senang dengan perkembangan Yu Xuan di tengah pandemi Covid-19. “Dengan komplikasi kesehatan yang muncul saat lahir, dia telah menginspirasi orang-orang di sekitarnya dengan ketekunan dan pertumbuhannya,” kata tim rumah sakit.

Dokter mengatakan, kesehatan dan perkembangannya stabil dan termonitor dengan baik di bawah perawatan mereka. Yu Xuan pun sekarang cukup sehat untuk dipulangkan.

Kondisi Terkini Bayi Terkecil di Dunia

Saat ini, bayi Yu Xuan sudah memiliki kondisi yang lebih sehat dan membaik dengan berat 6,3 kg. Akan tetapi, Yu Xuan masih memiliki penyakit paru-paru kronis dan hipertensi pulmonal. Namun, dokter NUH mengatakan dia bisa menjadi lebih baik seiring waktu.

“Doa terbaik kami untuk Yu Xuan Kecil saat dia terus tumbuh, berkembang, dan mengalahkan peluang setiap hari,” kata tim rumah sakit.

Ibunya, Wong Mei Ling mengatakan kepada media lokal bahwa kelahiran dan ukuran Yu Xuan sangat mengejutkan. Karena anak pertamanya, seorang anak laki-laki berusia empat tahun, lahir normal dan cukup bulan.

Dikutip dari BBC, orang tua Yu Xuan mampu membayar rawat inapnya yang lama melalui kampanye penggalangan dana yang mengumpulkan 270 ribu dolar AS atau sekitar Rp3.878.739.000.

Itulah kisah haru Yu Xuan, bayi terkecil di dunia yang berhasil bertahan hidup dengan berat badan saat lahir hanya 0,21 kg.***

  • Bagikan